PINSAR Apresiasi Mentan Amran: Harga Ayam dan Telur Mulai Pulih
Fakta Kunci Stabilisasi Harga Perunggasan
Kebijakan & Indikator Harga Unggas
| Kebijakan / Indikator | Detail Kebijakan |
|---|---|
| Harga Acuan Live Bird | Rp19.500 / kg (di tingkat peternak) |
| Harga Acuan Telur Ayam Ras | Rp24.000 / kg (di tingkat peternak) |
| Tanggal Mulai Berlakunya Acuan | 15 Juli 2026 |
| Penyokong Utama Pasokan | Penyaluran Jagung SPHP untuk menekan biaya pakan |
| Peran Program MBG | Off-taker telur (3 kali seminggu) & ayam ras |
Harga acuan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pemerintah dan kondisi pasar setempat.
Langkah Cepat Kementan Pulihkan Harga di Tingkat Peternak
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi harga ayam dan telur di tingkat peternak rakyat mulai kembali pulih secara signifikan. Keberhasilan ini merupakan buah dari serangkaian langkah strategis dan respons cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga keseimbangan antara produksi, harga pasar, dan penyerapan hasil perunggasan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran usai menggelar audiensi bersama pengurus Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) di Kantor Pusat Kementan, Jakarta.
"Telur sudah aman, ayam sudah aman, harganya sudah naik. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi off-taker bagi produksi pertanian dan peternakan. MBG hadir untuk menyerap hasil usaha dari 167 juta petani, peternak, dan pekebun di seluruh Indonesia," tegas Mentan Amran.
Tiga Strategi Utama Stabilisasi Pasar Perunggasan
Stabilisasi harga ini dicapai melalui konsistensi Kementan dalam menjalankan tiga kebijakan utama sejak pertengahan tahun:
Penetapan dan Pengawasan Harga Acuan: Kementan memfasilitasi kesepakatan harga acuan live bird sebesar Rp19.500/kg dan telur ayam ras sebesar Rp24.000/kg di tingkat peternak yang resmi berlaku sejak 15 Juli 2026. Penegakan harga dikawal langsung oleh Satgas Pangan Polri.
Intervensi Biaya Pakan: Penyaluran jagung melalui mekanisme Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilakukan guna menekan biaya pakan peternak.
Peningkatan Frekuensi Penyerapan MBG: Penyerapan telur oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG ditingkatkan frekuensinya dari 1 kali menjadi 3 kali setiap pekan.
PINSAR: Program MBG Solusi Atasi Over-Supply Perunggasan
Ketua Umum PINSAR Indonesia, Singgih Januratmako, memberikan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai tegas, jujur, dan responsif terhadap keluhan peternak rakyat pasca-tekanan akibat kelebihan pasokan (over-supply) dan tingginya biaya produksi.
Menurut Singgih, potensi penyerapan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berkisar antara 15 hingga 20 persen dari total produksi nasional. Angka ini sangat ideal untuk menyerap estimasi kelebihan pasokan (surplus) yang selama ini berada di kisaran 15 persen.
"Kami berterima kasih karena alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Kehadiran BGN sebagai off-taker sangat membantu peternak. Dengan penyerapan ini, dinamika harga ayam dan telur tidak lagi bergejolak seperti sebelumnya," ujar Singgih.
Ia juga berharap harmonisasi dan koordinasi antar-kementerian, khususnya antara Kementan, BGN, dan asosiasi peternak, dapat terus diperkuat agar kepastian usaha dan ketersediaan protein nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.
