Temukan Kebutuhan Tani Anda di Sini

Cari Bibit & Benih unggul untuk hasil panen maksimal

Lengkapi kebutuhan Pupuk & Nutrisi untuk tanaman sehat

Atasi Hama & Penyakit sebelum merusak panen

Teknologi & Alsintan modern untuk petani masa kini

Kolaborasi bersama Gapoktan

Ingin berkolaborasi bersama Gapoktan? Kami terbuka untuk kerja sama dengan berbagai pihak.

Hubungi Sekarang

Gawat! 156 Waduk di Gresik Kering Kerontang, Petani Terancam Krisis Air Jelang Musim Tanam 3

Gawat! 156 Waduk di Gresik Kering Kerontang, Petani Terancam Krisis Air Jelang Musim Tanam 3

Musim kemarau panjang mulai memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 156 waduk dan 115 daerah irigasi di wilayah tersebut kini mulai mengering. Situasi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani yang kini terancam krisis pasokan air, khususnya saat mereka bersiap memasuki Musim Tanam (MT) Ketiga.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik mencatat bahwa cadangan air untuk pengairan sawah sisa dari MT 2 sudah nyaris tak tersisa. Kepala Bidang SDA Dinas PUTR Gresik, Ubaidillah, memperkirakan para petani termasuk yang bernaung di bawah gabungan kelompok tani atau Gapoktan saat ini hanya bisa pasrah mengandalkan sisa-sisa air waduk yang debitnya kian menyusut drastis.

Ancaman Gagal Panen di Depan Mata 

Kondisi tanah sawah yang kering kerontang tentu menjadi ancaman mematikan bagi produktivitas dan ketahanan pangan daerah. Ketiadaan air tidak hanya akan menghambat pertumbuhan bibit padi yang baru ditanam, tetapi juga membuat proses perawatan tidak maksimal.

Tanpa air yang cukup, nutrisi dari pupuk tidak dapat terurai dan terserap dengan baik oleh akar tanaman. Selain itu, kondisi tanaman yang stres akibat kekurangan kelembapan air biasanya akan lebih rentan memicu serangan hama dan penyakit yang berisiko menyebabkan gagal panen.

Siasat Petani dan Langkah Mitigasi Pemerintah 

Sebagai upaya darurat untuk menyelamatkan lahan, para petani kini harus memutar otak mencari alternatif pengairan. Banyak dari mereka yang akhirnya beralih memanfaatkan teknologi pompanisasi, serta menggali sumur-sumur dangkal secara swadaya demi menyedot dan mengalirkan sisa air tanah ke petak sawah.

Menyikapi fenomena tahunan ini, Pemkab Gresik tidak tinggal diam dan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satu fokus utamanya adalah melakukan normalisasi waduk serta pengerukan saluran irigasi yang mendistribusikan air ke lahan pertanian.

Langkah pengerukan ini diharapkan dapat memperbesar kapasitas daya tampung air hujan ke depannya. Dengan demikian, ancaman krisis air di musim kemarau mendatang dapat lebih diminimalisir dan nasib para pahlawan pangan ini bisa lebih terjamin.

Harga Pangan Nasional Hari Ini

Daftar harga sembako dan bahan pokok terkini di pasar tradisional seluruh Indonesia, dihimpun dari survei harian Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia.

Memuat data harga...

Data harga pangan nasional ini merupakan rata-rata harga eceran hasil survei langsung di pasar tradisional oleh PIHPS Bank Indonesia, bukan data transaksi realtime. Survei tidak dilakukan pada akhir pekan dan hari libur nasional. Untuk data resmi terbaru, kunjungi bi.go.id/hargapangan.

Memuat produk…