Bela Peternak Lokal! Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya Gara-Gara Telur Tak Terserap
Gapoktan.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan ketegasannya dalam membela nasib peternak lokal. Ia secara langsung meminta pencopotan Koordinator Wilayah (Korwil) Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya usai mendapati fakta bahwa telur dari peternak setempat tidak diserap dengan optimal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah drastis ini diambil guna memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai tujuan utama pemerintah: memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan pasar yang pasti bagi hasil produksi peternak daerah.
Kronologi Teguran Keras di Rapat Perunggasan
Insiden pencopotan ini bermula saat Mentan Amran memimpin Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya pada Selasa (11/8). Dalam pertemuan tersebut, Kepala KPPG Surabaya melaporkan bahwa belum ada data konkrit terkait penyerapan telur peternak oleh SPPG di wilayah Kota Surabaya.
Pihak terkait sempat berdalih bahwa penyerapan telur terhambat oleh keterbatasan jumlah permintaan dan aturan batas minimal kebutuhan telur. Namun, alasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Mentan Amran.
Baginya, kendala administratif semacam itu tidak boleh dikorbankan hingga membuat jutaan peternak kesulitan menjual hasil panennya.
"Maaf ya. Ini bukan sebagai menteri, ini sebagai rakyat dan peternak yang meminta keputusan. Demi peternak ini semua. Tahu tidak, jutaan orang akan menderita kalau salah keputusan," ujar Amran dengan nada tegas.
Mentan Amran kemudian langsung meminta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI Trenggono, untuk segera mencopot Korwil KPPG Surabaya yang saat itu menjabat, dan mencari pengganti yang lebih tangguh dan berani beraksi nyata di lapangan.
Wajib Beli Telur Langsung dari Peternak Lokal
Amran kembali mengingatkan bahwa sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah, SPPG diwajibkan untuk membeli bahan pangan, termasuk telur, langsung dari peternak lokal.
Hal ini dirancang agar rantai distribusi menjadi lebih pendek, sehingga peternak dapat menikmati harga jual yang wajar dan wirausaha mereka tetap berkelanjutan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didesain agar seluruh ekosistem pangan dari hulu ke hilir ikut merasakan manfaatnya.
"Mereka belum membeli telur sesuai perintah dari Kepala BGN. Ingat, ini atas nama negara yang kita lakukan demi peternak kita di seluruh Indonesia," jelasnya.
Peringatan Keras: Jangan Main-Main di Tengah Kesulitan Rakyat
Pencopotan pejabat KPPG di Surabaya ini menjadi pesan peringatan (warning) bagi seluruh jajaran terkait di Indonesia agar tidak main-main dalam menjalankan instruksi pemerintah. Mentan menegaskan tidak ingin lagi melihat ada kebijakan pro-rakyat yang hanya berakhir indah di atas kertas.
Kementerian Pertanian berkomitmen akan terus memantau eksekusi di lapangan. Bagi siapapun yang berani mengabaikan hak peternak lokal, sanksi pencopotan siap menanti.
"Jangan beri ruang untuk orang yang bermain-main di tengah kesulitan rakyat kecil. Sudah ada instruksi dan juknis yang wajib diikuti. Sanksinya jelas, jabatan dicabut. Apa ada yang mau menyusul? Silakan coba," pungkas Amran memberikan peringatan terakhir.
