Harga Pakan Dipermainkan? Mentan Amran Siap Cabut Izin Importir Nakal!
Gapoktan.com - Kabar baik bagi jutaan peternak rakyat! Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan perang terhadap oknum importir pakan yang kedapatan mempermainkan harga demi meraup keuntungan sepihak. Amran menegaskan tak akan segan-segan mencabut izin impor jika pelanggaran tersebut benar-benar terbukti.
Peringatan tegas ini disampaikan langsung oleh Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (11/8). Hal ini menyusul banyaknya keluhan dari para peternak ayam di berbagai daerah terkait lonjakan harga pakan yang mencekik biaya produksi mereka.
Bagi pemerintah, menjaga kestabilan tata niaga pakan adalah harga mati untuk menyelamatkan nasib peternak rakyat.
Satgas Pangan Turun Tangan, Bidik Satu Perusahaan Nakal
Sebagai langkah nyata, Mentan Amran telah memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dari Mabes Polri untuk mengusut tuntas dugaan permainan harga ini. Pemeriksaan akan mulai dilakukan pada Rabu (12/8).
"Ada satu perusahaan, diduga nakal. Satgas Pangan kami minta langsung periksa mulai besok (12/8). Karena diduga mereka mempermainkan harga. Nama perusahaannya tidak saya sebut, tapi kalau terbukti, izinnya saya cabut!" tegas Mentan Amran.
Amran menambahkan, pencabutan izin ini bukanlah ancaman kosong. "Kami tidak beri ruang. Kalau sekali kami cabut, selama saya masih menjabat, tidak akan kami berikan izin impor lagi," tegasnya.
Kementan Berdiri di Tengah: Dukung Pengusaha, Sayangi Peternak Kecil
Pemerintah menyadari bahwa kolaborasi pengusaha dan peternak sangat penting untuk menjaga ekosistem industri perunggasan yang sehat. Namun, Amran menyayangkan sikap beberapa pihak yang mengambil untung besar sementara peternak kecil menjerit.
"Harga pakan dinaikkan, padahal izinnya dari Kementerian Pertanian. Dia (importir) yang dapat untung, kami yang di-bully. Ini dosa apa? Kami ini di tengah, kami sayang pengusaha, tapi kami juga sayang peternak kecil. Bagaimana caranya kita bisa tumbuh bersama," jelas Amran.
Menurut data Kementan, ada sekitar 3,8 juta peternak kecil di Indonesia yang harus dilindungi. "Apa mau kita biarkan mereka berteriak setiap hari? Tentu tidak, itu tugas kami," tambahnya.
Tiga Jurus Jitu Kementan Lindungi Peternak:
Selain penindakan tegas, Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan strategi dari hulu ke hilir:
Harga Pakan Subsidi (SPHP): Program pakan jagung melalui skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) via Bulog dipastikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Kawal Harga Telur (HPP): Pemerintah terus mengawasi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk telur, memastikan harga jual peternak tetap wajar. "Harga pakan dijaga agar tak tinggi, harga telur juga dijaga. Jangan ada yang mencari kesempatan dalam kesempitan," pesan Amran.
Serapan Telur Lewat Program MBG: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menyerap telur dari peternak lokal sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai Juknis yang ada.
Satgas Pangan Pastikan Pengawasan Ketat
Senada dengan Mentan, Kombes Pol Derry Agung Wijaya dari Satgas Pangan Polri memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan. Setiap laporan akan diverifikasi dan dicek langsung ke lapangan.
"Perbedaan harga tidak serta-merta berarti ada unsur pidana. Tetapi kalau ada indikasi penekanan harga atau monopoli, kami akan telusuri," ujar Derry.
Nantinya, sanksi akan diberikan sesuai kewenangan. Jika ada pelanggaran administratif, izin akan ditindak. Jika masuk ranah monopoli, kasus diserahkan ke KPPU. Dan jika terbukti ada unsur pidana, kepolisian siap memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
"Sebagai pemerintah, kami harus tegas. Yang melanggar, ditindak. Hukum jadi panglima," pungkas Mentan Amran.
